HUKUM BENDA (ZA…

Published Desember 29, 2011 by guzthie

HUKUM BENDA (ZAKENRECHT)

Asas-asas kebendaan:

1)      Asas individualitas

Yaitu objek kebendaan selalu benda tertentu, atau dapat ditentukan secara individual, yang merupakan kesatuan. Hak kebendaan selalu benda yang dapat ditentukan secara individu. Artinya berwujud dan merupakan satu kesatuan yang ditentukan menurut jenis jumlahnya. Contoh: rumah, hewan.

2)      Asas totalitas

Yaitu hak kebendaan terletak diatas seluruh objeknya sebagai satu kesatuan.

Contoh: seorang memiliki sebuah rumah, maka otomatis dia adalah pemilik jendela, pintu, kunci, dan benda-benda lainnya yang menjadi pelengkap dari benda pokoknya (tanah).

3)      Asas tidak dapat dipisahkan

Yaitu orang yang berhak tidak boleh memindah tangankan sebagian dari kekuasaan yang termasuk hak kebendaan yang ada padanya.

Contoh: seseorang tidak dapat memindah tangankan sebagian dari wewenang yang ada padanya atas suatu hak kebendaan, seperti memindahkan sebagian penguasaan atas sebuah rumah kepada orang lain. Penguasaan atas rumah harus utuh, karena itu pemindahannya harus juga utuh.

4)      Asas publisitas

Yaitu hak kebendaan atas benda tidak bergerak diumumkan dan di daftarkan dalam register umum.

Contoh: pengumunam status kepemilikan suatu benda tidak bergerak (tanah) kepada masyarakat melalui pendaftaran dalam buku tanah/ register.sedangkan pengumuman benda bergerak terjadi melalui penguasaan nyata benda itu.

5)      Asas spesialitas

Dalam lembaga hak kepemilikan hak atas tanah secara individual harus ditunjukan dengan jelas ujud, batas, letak, luas tanah.

Contoh  Asas ini terdapat pada hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan atas benda tetap.

6)      Asas zaaksvelog atau droit de suit (hak yang mengikuti), artinya benda it uterus menerus mengikuti bendanya dimanapun juga (dalam tangan siapapun juga) barang itu berada.

7)      Asas accessie/asas pelekatan. Suatu benda biasanya terdiri atas bagian-bagian yang melekat menjadi satu dengan benda pokok. Contohnya:  hubungan antara bangunan dengan genteng, kosen, pintu dan jendela. Menurut asas ini pemilik benda pokok dengan sendirinya merupakan pemilik dari benda pelengkap. Dengan perkataan lain status hukum benda pelengkap mengikuti status hukum benda pokok.

8)      Asas zakelijke actie

Adalah hak untuk menggugat apabila terjadi gangguan atas hak tersebut.

Misalnya: penuntutan kembali, gugatan untuk menghilangkan gangguan-gangguan atas haknya, gugatan untuk memulihkan secara semula, gugatan untuk menuntut ganti rugi, dll.

9)      Asas hukum pemaksa (dewingen recht)

Bahwa orang tidak boleh mengadakan hak kebendaan yang sudah diatur dalam UU. Aturan yang sudah berlaku menurut UU wajib dipatuhi atau tidak boleh disimpangi oleh para pihak.

10)   Asas dapat dipindah tangankan

Yaitu semua hak kebendaan dapat dipindah tangankan.  Menurut perdata barat, tidak semua dapat dipindah tangankan ( seperti hak pakai dan hak mendiami) tetapi setelah berlakunya undang-undang hak atas tanah UUHT, semua hak kebendaan dapat dipindah tangankan.

Timbulnya hak kebendaan

1)      Pendakuan (toeeigening),

 Yaitu memperoleh hak milik atas benda-benda yang tidak ada pemiliknya (res nullius). Res nullius hanya atas benda bergerak.

Contohnya: memburu rusa di hutan, memancing ikan dilaut, mengambil harta karun, dll.

2)      Perlekatan (natrekking),

Yaitu suatu cara memperoleh hak milik, dimana benda itu bertambah besar atau berlipat ganda karena alam.

Contoh: tanah bertambah besar sebagai akibat gempa bumi, seseorang membeli seekor sapi yang sedang bunting maka anak sapi yang dilahirkan dari induknya itu menjadi milinya juga, pohon berbuah, dll.

3)      Daluarsa (verjaring),

Yaitu suatu cara untuk memperoleh hak milik atau membebaskan dari suatu perikatan dengan lewatnya suatu waktu tertentu dan atas syarat-syarat yang ditentukan dalam Undang-Undang (pasal 1946 KUH Perdata)

Barang siapa menguasai benda bergerak yang dia tidak ketahui pemilik benda itu sebelumnya (misalnya karena menemukannya), hak milik atas benda itu diperoleh setelah lewat waktu 3 tahun sejak orang tersebut menguasai benda yang bersangkutan.

4)      Melalui penemuan.

Benda yang semula milik orang lain, akan tetapi lepas dari penguasanya, karena misalnya jatuh di perjalanan, maka barang siapa yang menemukan barang tersebut dan ia tidak mengetahui siapa pemiliknya, menjadi pemilik barang yang ditemukannya.

5)      Melalui penyerahan

Cara ini yang lazim, yaitu hak kebendaan diperoleh melalui penyerahan.

Contoh: jual beli, sewa menyewa. Dengan adanya penyerahan maka title berpindah kepada siapa benda itu diserahkan.

6)      Pewarisan,

yaitu suatu proses beralihnya hak milik atau harta warisan dari pewaris kepada ahli warisnya. Pewarisan dapat dibedakan menjadi dua macam: karena UU dan wasiat

7)      Dengan penciptaan

Seseorang yang menciptakan benda baru, baik dari benda yang sudah ada maupun baru, dapat memperoleh hak milik atas benda ciptaannya tersebut.

Contoh: orang yang menciptakan patung dari sebatang kayu, menjadi pemilik patung itu. Demikian pula hak kebendaan tidak berwujud seperti hak paten, dan hak cipta.

Hapusnya hak kebendaan

Hapusnya hak kebendaan diantaranya disebabkan karena:

1)      Bendanya lenyap/ musnah

Karena musnahnya suatu benda, maka hak atas benda tersebut ikut lenyap.

Contohnya: hak sewa atas rumah yang habis/musnah tertimbun longsor. Hak gadai atas sebuah sepeda motor ikut habis apabila barang tersebut musnah karena kebakaran.

2)      Karena dipindah tangankan

Hak milik, hak memungut hasil atau hak pakai menjadi hapus bila benda yang bersangkutan dipindah tangankan kepada orang lain.

3)      Karena pelepasan hak (pemilik melepaskan benda tersebut)

Pada umumnya pelepasan yang bersangkutan dilakukan secara sengaja oleh yang memiliki hak tersebut.

Contohnya: radio yang rusak dibuang ke tempat sampah. Dalam hal ini, maka hak kepemilikan menjadi hapus dan bisa menjadi hak milik orang lain yang menemukan radio tersebut.

4)      Karena pencabutan hak

Penguasa public dapat mencabut hak kepemilikan seseorang atas benda tertentu, dengan syarat: -harus didasarkan undang-undang

-dilakukan untuk kepentingan umum (dengan ganti rugi yang layak).

 

Hello world!

Published November 24, 2011 by guzthie

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.